Manusia ternyata sudah "lapar" belajar sejak kecil. Studi terbaru
mengungkapkan bahwa bayi manusia selalu berupaya mempelajari hal-hal di
sekelilingnya, dari yang sangat sederhana hingga sangat kompleks.
Hasil studi tim peneliti yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE :
lalu menyatakan bahwa hal ini disebut "Goldilocks Effect".
"Bayi-bayi mencari tipe material yang paling efisien di sekelilingnya,
bagi mereka, untuk dipelajari," kata Celeste Kidd, peneliti kognitif di
University of Rochester yang melakukan penelitian.
Kidd dan rekannya meneliti pola ketertarikan 72 bayi berusia 7 dan 8 bulan. Peneliti menggunakan perangkat eye-tracking untuk membantu melihat obyek yang diperhatikan bayi.
Dalam penelitian, bayi diberi tontonan film animasi. Berdasarkan hasil
riset, bayi kehilangan ketertarikan saat obyek di layar terlihat terlalu
monoton. Begitu juga jika obyek terlalu mengejutkan dan random.
Kidd mengungkapkan, bayi mencari informasi dari sekelilingnya secara lebih aktif dari yang diduga sebelumnya.
Menurut Kidd, hal tersebut berarti bahwa bayi tak membutuhkan permainan
mahal untuk belajar. Lingkungan yang memberi stimulasi menyediakan
peluang belajar yang tinggi.
"Setiap orangtua ingin memberikan
yang terbaik bagi anaknya. Tapi anak-anak bermain dengan apa saja yang
ada di hadapannya. Mereka melakukan yang terbaik dengannya," urai Kidd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar